The Untold Story

Menelusuri Jejak
Batik Tangsi

Warisan Dari
Kota Tambang Sawahlunto

Di bawah langit Sawahlunto, di mana aroma batu bara pernah menjadi napas kehidupan, berdirilah saksi bisu bernama Tangsi. Dahulu, dinding-dinding ini adalah barak para pejuang dan pekerja yang ditempa dalam kedisiplinan serta ketangguhan kolonial. Kini, sejarah yang menderu itu tidak lagi dibiarkan membatu dalam sunyi.

Batik Tangsi lahir sebagai sebuah persembahan khidmat dari jiwa-jiwa yang sedang menempa harapan baru di balik jeruji. Kami menghidupkan kembali narasi lorong tambang dan kekokohan asrama masa lalu, mengubah setiap jejak luka dan kerinduan menjadi mahakarya yang abadi di atas lembaran kain mori.

Setiap motif bukan sekadar goresan estetika, melainkan simbol pemulihan; di mana tangan-tangan yang mencari jalan pulang, kini dengan bangga melukiskan kebangkitan bagi sejarah Sawahlunto. Inilah Jemari Jeruji—sebuah dialog antara masa lalu yang kokoh dan masa depan yang ditenun dengan kemuliaan.

Artisanship

Proses Pembuatan Tradisional

1

Pemolaan

Penyusunan motif geometri yang terinspirasi dari struktur arsitektur Tangsi.

2

Pencantingan Tulis

Goresan manual lilin oleh tangan perajin lokal dengan konsentrasi penuh.

3

Pencantingan Cap

Sentuhan tembaga yang membawa irama presisi pada setiap jengkal kain.

4

Penwarnaan Alam

Penggunaan pigmen warna gelap untuk memperkuat karakter "Tangsi".

Tim Di Balik Layar

Kreator dan pelestari warisan budaya Sawahlunto.

Ressy Setiawan, S.E, S.H, M.H

Founding Artisan

Ikhsan Al Afaf

Master of Natural Dyes

M. Ludfi

Lead Pattern Designer

Kenakan Sejarah,
Wujudkan Kewibawaan.

Mari menjadi bagian dari gerakan pelestarian warisan UNESCO melalui setiap helai kain Batik Tangsi.

KEMBALI KE BERANDA